Kata pengantar
Bismillahirohmanirrohim
Assalamu’alaikum
warohmatullahi wabarokatuh
Puji syukur bagi allah swt yang telah
melumpahkan rahmat dan karunia,sehingga kami kelompok lima dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul ‘’KONSEP ISLAM TENTANG MANUSIA DAN ALAM’’ ini solawat dan
salam semoga selalu tercurahkan kepada ruh nabi Muhammad saw.
Makalah ini kami susun berdasarkan
referensi kami dari berbagai sumber yang diantaranya yaitu ALQUR’AN,BUKU
PENGANTAR AGAMA ISLAM,SERTA GOOGLE SEARCH.
Makalah ini juga memiliki tujuan
yaitu untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh dosen kami yaitu ibu
SOPIATUN NAHWIAH serta mengingatkan kembali kepada semua pembaca umum nya dan
semua teman-teman khususnya tentang bagaimana manusia dan alam ini diciptakan
dan apasaja tugas manusia itu di muaka bumi ini.
Kami berharap semoga tujuan kami
membuat makalah ini dapat terlaksana dengan baik serta dapat bermanfaat bagi
kami sendiri dan pembaca sekalian khususnya,serta kepada para mahasiswa
universitas kuantan singingi.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami juga berharap kepada para pembaca
untuk memberikan krtik dan saran demi perbaikan pembuatan makalah kami dimasa
mendatang.
Terima kasih
KONSEP ISLAM TENTANG
MANUSIA DAN ALAM
A.proses penciptaan manusia dan alam.
1.proses penciptaan
manusia
menurut referensi yang kami baca manusia diciptakan oleh allah
itu dari saripati tanah yang kemudian
saripati itu dijadikan airman yang kemudian akan di wujudkan sebagai
manusia setelah melalui beberapa proses lagi yang saat ini sering disebut
saebagai proses reproduksi.hal ini telah dijelaskan didalam al qur’an ayat
12-14 yang berbunyi ;

Dalam
surat Al Mukminun ayat 12-14 Allah SWT menerangkan tentang proses penciptaan
manusia. Sebelum para ahli dalam bidang kedokteran modern mengetahui proses
asal usul kejadian penciptaan manusia dalam rahim ibunya, Allah SWT sudah
terlebih dahulu mejelaskan perihal kejadian tersebut dalam Al Qur’an seperti
dalam surat Al Mukminun ayat 12-14, dan diperkuat oleh ayat lainnya diantaranya
Surat Al Hasyr ayat 24 yang artinya :
“
Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang
mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan
Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS Al Hasyr : 24)
Pada
surat Al Mukminun ayat 12 -14 Allah SWT menjelaskan bahwa proses penciptaan
manusia dalam rahim ibunya terbagi menjadi 3 fase yaitu:
- Fase air mani
- Fase segumpal darah
- Fase segumpal daging
Yang
masing-masing fasenya memakan waktu 40 hari, hal ini dijelaskan dalam sebuah
hadits yang di riwayatkan oleh bukhari:
Artinya
:
Dari
Abdullah bin Mas’ud ra.,ia berkata : Rasululla saw bercerita kepada kami, beliaulah
yang benar dan dibenarkan : “Sesungguhnva penciptaan perseoranganmu terkumpul
dalam perut ibunva empat puluh hari dan empat puluh malam atau empat puluh
malam, kemudian menjadi segumpal darah, semisal itu (40 hari = pen) kemudian
menjadi segumpal daging, semisal itu (40 hari = pen), kemudian Allah mengutus
Malaikat, kemudian dipermaklumkan dengan empat kata, kemudian malaikat mencari
rizkinya, ajalnya (batas hidupnya), amalnya serta celaka dan bahagianya
kemudian Malaikat meniupkan ruh padanya. Sesungguhnya salah seorang di antaramu
niscaya beramal dengan amal ahli (penghuni) sorga, sehingga jarak antara sorga
dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuluinya, maka ia beramal
dengan penghuni neraka, maka ia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang
diantaramu, beramal dengan amal ahli neraka, sehingga jarak antara neraka
dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuinya, maka ia beramal dengan
amal penghuni sorga, maka ia masuk sorga. (Hadits
ditakhrij oleh Bukhari).
Sedangkan
dalam surat Al Hasyr Allah menjelaskan bahwa janin sebelum menjadi manusia
sempurna juga mengalami tiga fase, yaitu:
- Taswir, yaitu digambarkan dengan bentuk garis-garis, waktunya setelah 42 hari
- Al Khalq, yaitu dibuat bagian-bagian tubuhnya
- Al Baru’, yaitu penyempurnaan terhadap bentuk janin
2.PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Banyak
terdapat penjelasan tentang proses terbentuknya langit dan bumi di dalam Al Qur’an,
salah satunya:
“Dan sungguh, kami telah menciptakan langit dan
bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa
letih sedikitpun.” (Qs. Qaf:38).
Dari
ayat di atas sudah dapat dipahami bahwa pencipta langit dan bumi beserta
seluruh isinya ialah Allah, proses penciptaan tersebut terjadi selama enam
masa, namun sebenarnya banyak yang berbeda pendapat dalam menafsirkannya. mulai
dari enam hari, enam masa, enam periode, dan enam tahapan. Satu hari bukan
berarti 24 jam, dalam Al Qur’an pun diumpamakan secara berbeda- beda, ada yang
1.000 tahun (Qs. Al Hajj: 47) dan 50.000 tahun (Qs. Al-Ma’arij: 4), belum ada
penafsiran pasti tentang itu.
Dalam
Qs. An-Nazi’at:27-33, para ahli mengambil kesimpulan bahwa proses penciptaan
langit dan bumi terjadi dalam enam masa atau enam periode, urutan masa tersebut
sesuai dengan urutan ayatnya, yang artinya sebagai berikut: “Apakah penciptaanmu yang lebih hebat ataukah
langit yang telah dibangunNya? [27], Dia
telah meninggikan bangunannya lalu menyemperunakannya [28], dan Dia menjadikan
malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang) [29], dan
setelah itu bumi Dia hamparkan [30], darinya Dia pancarkan mata air dan (ditumbuhkan)
tumbuhan-tumbuhannya [31], dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh [32], (semua
itu) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu. [33]”. (Qs. An-Nazi’at:
27-33).
Masa
Pertama (Qs. An-Nazi’at: 27) Pada masa atau periode ini, alam semesta pertama
kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut Big Bang , ledakan besar
tersebut sebagai awal lahirnya ruang dan waktu, termasuk materi. Dari ledakan
besar tersebut terbentuklah awan debu atau dukhan , ketika dunkhan
berkondensasi sambil berputar dan memadat disitu terbentuk unsur hidrogen, saat
temperature dunkhan mencapai 20 juta derajat selsius, terbentuklah helium dari
reaksi inti sebagian atom hidrogen, lalu sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi
energi berupa pancaran sinar infrared.
Masa Kedua (Qs. An-Nazi’at:28) Ayat ini
menerangkan tentang proses pengembangan dan penyempurnaan, dalam ayat ini
terdapat kata“meninggikan bangunan” yang memberi pengertian bahwa alam semester
mengembang, galaksi-galaksi saling menjauh dan langit makin tinggi, sedangkan
kata“menyempurnakan” memiliki arti bahwa alam ini tidak semata mata terbentuk,
melainkan sebuah proses evolutif atau bertahap.
Masa
ketiga (Qs. An-Nazi’at: 29) Di ayat tersebut terdapat kalimat “Dia menjadikan malamnya
(gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)” Masa ini adalah
dimana terbentuknya matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berotasi sehingga
terjadi siang dan malam.
Masa
keempat (Qs. An-Nazi’at: 30) Pada masa ini daratan bumi muncul, dahulu kala
terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian
massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet
diantaranya adalah Bumu. Penghamparan yang dimaksudkan adalah pembentukan
superkontinen pangaea di permukaan Bumi. Ketika bumi baru terbentuk belum ada
daratan yang ada hanyalah batuan-batuan yang berpijar dengan suhu ratusan
derajat selsius.
Masa
kelima (QS.An-Nazi’at:31) Dalam ayat 31 ini menunjukan bahwa dimana terjadi evolusi
bumi dari tidak ada air menjadi ada air, air tersebut berasal dari komet yang
menghantam bumi, hydrogen yang terdapat pada komet berekasi dengan unsur-unsur
yang terdapat di bumi dan terbentuk uap air, uang air ini kemudian turun
sebagai hujan. Bukti air berasal dari komet ialah rasio deuterium dan hydrogen pada
air laut sama dengan rasio pada komet, semua kehidupan berasal dari air,
setelah air muncul kehidupan seperti tumbuhan-tumbuhan pun bermunculan.
Masa
keenam (Qs. An-Nazi’at: 32-33) Gunung-gunung dipancangkan artinya, gunung
terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan.
Gunung memiliki akar di dalam tanah atau bisa disebut juga pasak, fungsi gunung
ialah menyetabilkan kerak bumi mencegah goyangnya tanah. Sebagaimana yang
disebutkan dalam ayat 33, setelah terbentuknya gunung, terciptalah hewan dan
manusia.
Maka
dari itu dapat kita simpulkan bahawa allah menciptakan alam semesta ini
tidaklah dalam sekejap, melainkan dengan tahapan-tahapan yang telah disebutkan
diatas,dan dari situ kita bisa mengetahui bahwa allah menciptkan semua itu
dengan sangat sungguh-sungguh, seperti yang telah di jelaskan pula dalam surat
al-anbiya’ ayat;16 yang berbunyi ;
وَمَا
خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan
bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main
Untuk
itu semoga kita semua dapat menjaga nya dengan baik seperti yang telah
diperintahkan oleh allah kepada seluruh
umat manusia di muka bumi ini,yang bertindak sebagai khalifah di bumi ini.
B.Tujuan Penciptaan
Alam
A. Tujuan
Penciptaan Alam Semesta
1.Allah
menegaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya
secara main-main, kecuali dengan al-haq.
Itu berarti bahwa
tidak ada ciptaan Allah, sekecil apapun ciptaan itu, yang tidak memiliki arti
dan makna, apa lagi alam semesta yang terbentang luas ini. Dalam persfektif
islam, tujuan penciptaan alam semesta ini pada dasarnya adalah sarana untuk menghantarkan
manusia pada pengetahuan dan pembuktian tentang keberadaan dan kemahakuasaan Allah.
2.Secara
ontologis, adanya alam semesta ini mewajibkan adanya zat yang mewujudkanya. Keberadaan
langit dan bumi mewajibkan adanya sang pencipta yang menciptakan keduanya.
Keberadaan alam semesta merupakan petunjuk yang sangat jelas, tentang adanya
keberadaan Allah sebagai Tuhan maha pencipta. Karenanya, dengan mempelajari
alam semesta, manusia akan sampai pada pengetahuan bahwa Allah adalah zat yang
menciptakan Alam semesta. Alquran secara tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan
Alam semesta adalah untuk memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda keberadaan
kekuasaan Allah. Disampig sebagai sarana untuk menghantarkan manusia akan
keberadaan dan keMaha kekuasaan Allah, dalam presfektif islam, alam semesta
beserta segala sesuatu yang berada didalamnya diciptakan untuk manusia.
3.Dan fungsi
konkret alam semesta adalah fungsi rubbubiyah yang diciptakan Allah kepada
manusia, sehingga alam ini akan marah manakala manusia bertindak serakah dan tidak
bertanggung jawab.
D.
PERANAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH
sebagai
khalifah Allah di muka bumi, ada dua peranan penting yang diamanahkan dan
dilaksanakan manusia sampai hari kiamat. Pertama, memakmurkan bumi (al
‘imarah). Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang
dari pihak manapun (ar ri’ayah).
1.
Memakmurkan Bumi
Manusia
mempunyai kewajiban kolektif yang dibebankan Allah SWT. Manusia harus
mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka
sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata,
dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya
dapat melanjutkan eksplorasi itu.
2.
Memelihara Bumi
Melihara
bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya
sebagai SDM (sumber daya manusia). Memelihara dari kebiasaan jahiliyah, yaitu
merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat. Karena sumber daya
manusia yang rusak akan sangata potensial merusak alam. Oleh karena itu, hal
semacam itu perlu dihindari.
Allah
menciptakan alam semesta ini tidak sia-sia. Penciptaan manusia mempunyai tujuan
yang jelas, yakni dijadikan sebagai khalifah atau penguasa (pengatur) bumi. Maksudnya,
manusia diciptakan oleh Allah agar memakmurkan kehidupan di bumi sesuai dengan
petunjukNya. Petunjuk yang dimaksud adalah agama (Islam).
Mengapa
Allah memerintahkan umat nabi Muhammad SAW untuk memelihara bumi dari
kerusakan?, karena sesungguhnya manusia lebih banyak yang membangkang dibanding
yang benar-benar berbuat shaleh sehingga manusia akan cenderung untuk berbuat
kerusakan, hal ini sudah terjadi pada masa nabi – nabi sebelum nabi Muhammad
SAW dimana umat para nabi tersebut lebih senang berbuat kerusakan dari pada
berbuat kebaikan, misalnya saja kaum bani Israil, seperti yang Allah sebutkan
dalam firmannya dalam surat Al Isra ayat 4 yang artinya:
dan telah Kami tetapkan terhadap Bani
Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi
ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar“. (QS Al Isra : 4)
Sebagai
seorang muslim dan hamba Allah yang taat tentu kita akan menjalankan fungsi
sebagai khalifah dimuka bumi dengan tidak melakukan pengrusakan terhadap Alam
yang diciptakan oleh Allah SWT karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan. Seperti firmannya dalam surat Al Qashash
ayat 77 yang artinya:
dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan. (QS AL Qashash : 7)
E.
TUGAS MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
Manusia
diciptakan oleh Allah SWT agar menyembah kepadanya. Kata menyembah sebagai
terjemahan dari lafal ‘abida-ya’budu-‘ibadatun. Beribadah berarti
menyadari dan mengaku bahwa manusia merupakan hamba Allah yang harus tunduk
mengikuti kehendaknya, baik secara sukarela maupun terpaksa.
1.
Ibadah muhdah (murni), yaitu ibadah yang telah ditentukan waktunya, tata
caranya, dan syarat-syarat pelaksanaannya oleh nas, baik Al Qur’an maupun
hadits yang tidak boleh diubah, ditambah atau dikurangi. Misalnya shalat,
puasa, zakat, haji dan sebagainya.
2.
Ibadah ‘ammah (umum), yaitu pengabdian yang dilakuakn oleh manusia yang
diwujudkan dalam bentuk aktivitas dan kegiatan hidup yang dilaksanakan dalam
konteks mencari keridhaan Allah SWT
E.HUBUNGAN MANUSIA
DENGAN ALAM SEMESTA
Proses penciptaan manusia adalah
integral dari alam semesta. Dalam sisitem kosmos, manusia dan alam semesta
merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.Karena memiliki keunggulan dalam
system kesadaran, maka alam semesta menjadi obyek yang penting dalam kehidupan
manusia.Seiring dengan kemajuan pengetahuan terhadap alam dan teknologi yang
diterapkannya, menempatkan alam semesta dalam posisi sebagai sumber kehidupan
yang tidak terbatas bagi manusia.Maka wajarlah jika semakin dalam pengetahuan
semakin teraasa hubungan antara fungsi manusia dan fungsi alam.
Salah satu teori yang menunjukkan hubungan antara manusia
dengan alam adalah teori anthroposentris yang menyebutkan bahwa manusia menjadi
pusat alam. Maksudnya semua yang ada di alam adalah untuk manusia, seperti
firman Allah dalam Q.S. Al Baqarah ayat 29 yang artinya : “Dan Dialah Allah
yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.”
Menurut pandangan Islam, manusia ditempatkan sebagai rahmat
bagi alam. Seperti disebutkan dalm Q.S. Al Anbiya ayat 107 yang artinya : ”Dan
tiadalah kami mengutus kamu melainkan sebagai rahmat seluruh alam.”
Pada intinya, alam dan manusia saling bergantung, alam
menyediakan segala sesuatu yang manusia butuhkan, dan alam membutuhkan manusia
untuk menjaga kelestariannya.Alam diciptakan oleh Allah sebagai objek untuk
mengembangkan potensi dan pengetahuan yang dimiliki manusia agar mereka bisa
berkembang dan memakmurkan alam, dan mengetahui tanda-tanda kebesaran
penciptanya, yaitu Allah SWT.
D.
KESIMPULAN
1.
Alam adalah segala sesuatu yang ada atau
yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini selain Allah beserta Dzat dan sifat-Nya.
Alam semesta adalah segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar
dirinya yang merupakan suatu kesatuan system yang unik dan misterius dan dapat
dicapai oleh indera manusia yang merupakan ciptaan Allah yang diurus dengan
kehendak dan perhatian Allah.
2.
Teori Big bang menyatakan bahwa alam
semesta terbentuk oleh suatu ledakan besar.Pernyataan ini mengindikasikan bahwa
terdapat permulaan pada alam semesta.
3.
Al Qur’an menerangkan bahwa yang pertama
kali Allah ciptakan sebelum ada bintang-bintang dan galaksi, adalah bumi,
kemudian Allah swt siapkan makanan di bumi bagi subject utama penciptaan alam
semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah ciptakan langit dan
bintang-bintang dalam enam masa.Seperti diterangkan dalam Surat Al A’raf ayat
54, alam semesta ini diciptakan selama 6 masa.
4.
Karakteristik integral alam ada 5, yaitu
terbatas, berubah, tergantung, ditentukan, dan relative.
5.
Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk
dirusak, dicemari, dan dihancurkan. Akan tetapi adalah untuk difungsikan
semaksimal mungkin dalam kehidupan. Tujuan alam diciptakan juga bukan
untuk disembah, dikultuskan, dan dimintai pertolongan. Akan tetapi adalah untuk
dikelola, dibudidayakan, dan dimanfaatkan dalam kehidupan.Pada akhirnya alam
diciptakan hanya sebagai fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih
mendekatkan diri pada Allah.
6.
Mekanisme Alam (Sunnatullah) adalah
ketentuan-ketentuan Allah sebagai hukum yang mengatur alam semesta ini beserta
isinya.Allah menciptakan alm semesta beserta isinya dilengkapi dengan
hukum-hukum (sunnatullah). Dan jika hukum-hukum tersebut dilanggar, maka alam
akan hancur. Itulah hakikat sunnatullah yang telah ditentukan oleh Dzat Yang
Maha Tinggi sebagai Sang Pencipta, Pengatur dan tempat kembali seluruh alam.
7.
Hubungan histories manusia dan alam
semesta adalah terletak pada kerumitan proses permulaan keduanya ada di dunia
ini. Alam dan manusia saling bergantung, alam menyediakan segala sesuatu yang
manusia butuhkan, dan alam membutuhkan manusia untuk menjaga
kelestariannya.Alam diciptakan oleh Allah sebagai objek untuk mengembangkan
potensi dan pengetahuan yang dimiliki manusia agar mereka bisa berkembang dan
memakmurkan alam, dan mengetahui tanda-tanda kebesaran penciptanya, yaitu Allah
SWT.